Penjelasan Ending Blood Coast Season 2 Serta Info Musim 3

Drama Netflix Blood Coast Season 2 akhirnya menutup kisahnya lewat 6 episode penuh aksi, intrik, dan pengkhianatan yang bikin penonton tegang sampai detik terakhir. Di episode final, semua konflik memuncak: buronan yang terus kabur, polisi yang saling curiga, dan keputusan-keputusan yang mengubah nasib setiap karakter utama.

Ending-nya campuran antara pahit, lega, dan bikin penasaran—pas banget dengan vibe series ini yang sejak awal penuh moral gray area dan kejutan.

Kisah finale dimulai dari persembunyian Murillo. Tim Lyes sudah siap menyerbu, namun situasinya jadi jauh lebih rumit karena putri Lyes berada di lokasi itu. Belum sempat mengambil langkah, polisi lain muncul dan baku tembak langsung pecah. Murillo kabur dengan motor, sementara Lyes dan Alice masuk ke rumah dan menemukan Fanny serta putrinya bersembunyi di bathtub.

Mereka selamat, tapi Fanny tetap harus ditahan karena adanya surat penangkapan internasional. Putrinya, Zoe, sementara waktu dijaga oleh Armand. Lyes menegaskan pada Armand untuk tidak mengulang kebodohan sebelumnya dan berusaha jadi sosok yang benar untuk Zoe.

Sementara itu, Murillo dan si Indian berpencar, sama-sama bersembunyi. Untuk memancing mereka keluar, Lyes dan Alice menggunakan Ali sebagai umpan. Namun rencana itu makin berbahaya setelah Tobias menyusup sebagai petugas medis dan membunuh seorang polisi sebelum berusaha menghabisi Aslan.

Murat kemudian ditemukan tewas di selnya, menambah panjang daftar korban dalam kekacauan ini. Commissioner bahkan memperingatkan, rencana pemindahan ini bisa berujung buruk karena Ali sedang terbakar dendam.

Kebenaran penembakan Lucas Murillo akhirnya terungkap. Bar owner mengaku Ali berada di dekat lokasi, hanya minum kopi sambil anak-anak bermain bola. Penembak sebenarnya adalah orang bersenjata bertopeng, dan tembakan balasan Ali bukan ke arah Lucas. Bukti berikutnya menunjukkan penyebabnya: Indian-lah yang membunuh Lucas.

Bullets yang sama digunakan. Indian memanipulasi Murillo, menjadikannya boneka untuk memulai perang besar demi keuntungan sendiri. Ketika ibu Murillo memberi tahu putranya siapa pelaku sebenarnya, semuanya berubah.

Untuk menangkap Indian, Bakari dan Tatoo mengatur jebakan dengan memanfaatkan info tentang stash milik Ali. Indian datang dengan para anak muda yang ia paksa bergabung, tetapi polisi sudah mengurung lokasi.

Indian akhirnya ditahan dan dibawa masuk untuk diinterogasi. Namun, saat Arno keluar bersamanya, para anak muda itu malah menembaki si Indian hingga tewas. Arno terpaku menyaksikan kejadian brutal itu.

Murillo sendiri akhirnya ditemukan. Ia menembak Tatoo lalu kabur di jalanan Marseille. Alice mengejar dan menembak punggungnya, namun tidak membunuhnya. Lyes datang dan memborgol Murillo, menandakan akhir dari pengejaran panjang ini.

Saat tim kembali ke kantor, mereka disambut tepuk tangan atas keberhasilan menyelesaikan kasus besar ini. Tatoo selamat dan sedang pemulihan. Soal Indian, mereka memutuskan tutup mulut setelah mayatnya ditemukan di parit.

Arno dan Tatoo kemudian mendapat perkembangan menarik. Commissioner menyetujui Alice untuk tetap berada di tim Marseille, sementara Arno menegosiasi agar Tatoo tidak dipecat. Ia memberikan rekaman kepada Miranda, tapi sebelum pergi ia justru memukulinya sampai babak belur, sebuah bentuk pelampiasan sekaligus peringatan.

Alice mendatangi rumah Lyes dan menemukan surat tentang asal-usul Zoe yang belum dibuka. Lyes mengakui ia tidak ingin tahu kebenaran itu karena merasa tidak siap menghadapi kemungkinan terburuk. Namun keputusan itu justru menjadi titik emosional penutup episode.

Ending Blood Coast Season 2 dikategorikan bittersweet. Ada momen lega karena kasus besar selesai, Murillo tertangkap, Indian terbunuh, dan korban selamat. Namun, ancaman baru muncul ketika DA dan Miranda memutuskan bekerja sama untuk menjatuhkan Lyes menggunakan pernyataan Peretto.

Finale ditutup dengan polisi datang ke rumah Lyes, siap menangkapnya. Cliffhanger ini membuat akhir S2 bukan benar-benar sad maupun happy—lebih ke suspens penuh harapan sekaligus ancaman.

Para pemain Blood Coast Season 2 sendiri mengaku puas dan bangga dengan season ini. Mereka merasa perkembangan karakter semakin dalam, aksi semakin kuat, dan penutupnya sangat emosional.

Para cast menyebut kerja bareng tim produksi sebagai pengalaman yang mengubah cara mereka memerankan tokoh-tokoh penuh konflik ini. Mereka berharap penggemar terus memberi dukungan karena mereka semua ingin kembali untuk season berikutnya.

Netflix melaporkan bahwa Blood Coast Season 2 memecahkan rekor internal sebagai salah satu tayangan crime-thriller berbahasa Prancis paling banyak ditonton pada minggu perilisannya.

Merchandise seperti poster, apparel, dan aksesoris eksklusif juga laris selama masa penayangan. Fans di media sosial ramai meminta Season 3 dan mendiskusikan teori akhir yang makin liar.

Jika Season 3 benar dibuat, prediksinya cukup jelas: Lyes akan berjuang melarikan diri atau membuktikan dirinya tidak bersalah, timnya mungkin terbelah, sementara Miranda dan DA akan menjadi antagonis yang lebih besar.

Selain itu, hubungan Lyes dan Zoe akan mendapatkan sorotan utama, dan masa depan Alice di tim Marseille dapat menjadi titik dramatis lanjutan. Dengan Murillo hidup dan berada dalam tahanan, peluang ia membongkar rahasia besar lain juga terbuka.

Review singkat: Blood Coast Season 2 menutup cerita dengan aksi intens, drama personal, dan twist penuh ketegangan. Finale-nya memuaskan, emosional, dan berhasil menyisakan banyak ruang untuk season lanjutan. Sebuah thriller yang makin matang dan layak ditunggu kelanjutannya.