WAWANCARA: ONE OR EIGHT Bahas “DSTM” dan Perjalanan Idol Mereka

Baru debut tahun lalu, tapi boy group Jepang ONE OR EIGHT udah collab sama Big Sean sampai Felip, dan baru aja rilis lagu yang terinspirasi dari Rihanna — “DSTM.” Kami ngobrol bareng mereka soal proses kreatif, pelajaran hidup, dan target mereka yang luar biasa di tahun ini.

Video: Wawancara Lengkap dengan Boy Group Jepamg ONE OR EIGHT

Meski baru debut belum genap setahun, boy group Jepang ONE OR EIGHT udah bikin gebrakan besar di dunia musik. Dengan 500.000 pendengar aktif per bulan di Spotify dan kolaborasi sama nama-nama gede seperti Big Sean, pH-1, Felip, dan thủy, mereka menunjukkan kalau mereka bukan grup yang bisa dianggap remeh.

Terbaru, mereka ngerilis lagu “DSTM” — singkatan dari “Don’t Stop the Music,” sebagai lanjutan dari rilisan sebelumnya kayak “Don’t Tell Nobody” dan “KAWASAKI.” Lagu ini nyuarain semangat: “selama musik masih hidup, kami pun begitu.” Dibalut rap yang catchy dan chorus yang nempel di kepala, lagu ini punya potensi buat jadi anthem malam minggu banyak orang.

“I wanna take you away / Let’s escape into the music, DJ, let it play,” begitu penggalan chorus-nya yang menggoda telinga.

Kami sempat ngobrol santai bareng para member setelah rilis “DSTM,” mulai dari pengalaman di awal tahun 2025 sampai harapan besar mereka untuk masa depan. Yuk, simak obrolan serunya!

Gimana awal tahun 2025 kalian sejauh ini?

REIA:
Baru bulan April tapi rasanya udah kayak setahun penuh. Dari rilisnya “DSTM”, fanmeeting SHUKAI di Jepang, sampai tampil di festival luar negeri dan acara musik Korea — semua kayak mimpi. Aku banyak banget belajar dari semuanya, dan makin semangat buat terus berkarya bareng fans.


Ceritain dong soal “DSTM”! Bedanya apa sama lagu-lagu sebelumnya?

TSUBASA:
“DSTM” itu reinterpretasi kami dari lagu legendaris Rihanna “Don’t Stop the Music”, tapi dengan sentuhan khas ONE OR EIGHT. Kami masukkan elemen Jepang juga, kayak spirit sumo, katana, dan lain-lain di liriknya. Serunya lagi, kami kerja bareng Stargate, produser asli lagu Rihanna itu. Hasilnya? Gabungan budaya yang seru banget!


Lagu ini sampling lagu Rihanna dan juga Michael Jackson? Gimana reaksi kalian?

MIZUKI:
Jujur, deg-degan banget pas tahu kita bakal nyentuh karya dua ikon musik dunia — Rihanna dan Michael Jackson. Tapi ini jadi kehormatan luar biasa. “DSTM” bukan cuma lagu, tapi juga bentuk penghormatan ke mereka berdua.


Perjalanan kalian di dunia idol gimana sejauh ini?

SOUMA:
Buatku, ini bener-bener perjalanan belajar tanpa akhir. Yang paling penting aku pelajari adalah jangan takut sama tantangan, dan harus tetap jadi diri sendiri. Kalau aku gak berani ikut audisi dulu, aku gak akan ada di sini sekarang. Dan yang keren, lewat lagu-lagu kami, kami belajar untuk berani nunjukkin jati diri ke dunia.


Target terbesar kalian tahun ini apa?

YUGA:
Kami pengin keliling dunia, ketemu fans, dan nunjukin siapa kami ke sebanyak mungkin orang. Mimpinya mungkin terdengar gila, tapi justru itu yang bikin kami semangat. Kami percaya, bareng-bareng, gak ada yang gak mungkin buat ONE OR EIGHT. Kami harap fans juga bisa ikut termotivasi buat berani ngejar mimpi mereka sendiri.


Pesan terakhir buat pembaca dan fans kalian?

TAKERU:
Makasih banyak buat cinta dan dukungan kalian! Tanpa kalian, kami gak akan bisa sekuat ini. Kami janji bakal terus kasih yang terbaik, dan semoga kalian tetap bareng kami dalam setiap langkah ke depan. Sampai ketemu di panggung ya, kita ciptain momen spesial bareng-bareng!


Mau masuk ke playlistmu? “DSTM” dari ONE OR EIGHT udah bisa kamu nikmati di semua platform streaming. Dan kalau kamu belum jadi fans mereka… mungkin sekarang saatnya jatuh hati?